pull down

Rabu, 23 Oktober 2013

contoh paragraf deduktif dan induktif

KARANGAN PARAGRAF DEDUKTIF

            Generasi pencetus dan generasi pelaksana telah menunaikan tugasnya dengan baik. Generasi pertama berhasil membangkitkan semangat keinginan bernegara. Generasi yang keduan berhasil menciptakan Negara merdeka. Generasi Pembina masih dalam ujian. Belum diketahui samapai di mana kemampuannnya untuk membina dan mengembangkan warisan situasi yang diterima dari angkatan pelaksana.

KARANGAN PARAGRAF INDUKTIF

Setiap orang tua tentu berharap anaknya kelak menjadi orang sukses. Indikator kesuksesan biasanya dilihat dari pekerjaan. Itulah mengapa banyak orang tua yg berbondong-bondong mengirimkan anaknya ke sekolah-sekolah favorit dengan harapan agar nantinya sang anak dapat bersaing di dunia kerja yg semakin keras. Pendidikan yg tepat bagi anak sebenarnya tidak harus sealu dengan mengirimkan mereka ke sekolah favorit, melainkan dengan cara mengarahkan sang anak sesuai minat dan bakat mereka. Oleh karena itu, orang tua sebenarnya memiliki peran yg sangat penting untuk menentukan pekerjaan apa yg sesuai dengan sang anak.


Sumber :
1)      Detik-detik ujian nasional bahasa Indonesia SMA  tahun pelajaran 2010/2011.
2)      http://makalahpendidikan.blogdetik.com

Minggu, 20 Oktober 2013

PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF



PARAGRAF DEDUKTIF DAN PARAGRAF INDUKTIF

           Paragraf adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf merupakan satuan bahasa yang lebih besar daripada kalimat.
A.     PARAGRAF DEDUKTIF
Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak diawal paragraf. Gagasan utama atau pokok persoalan paragraf itu dinyatakan dalam kalimat pertama.

            Ciri-ciri paragraf deduktif
1.      Kalimat utama berada di awal paragraf.
2.      Kalimat disusum dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.

B.      PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak diakhir paragraf. Mula-mula dikemukakan fakta ataupun uraian-uraian. Kemudian dari fakta ataupun uraian-uraian, kemudian dari fakta itu penulis mengeneralisasikannya ke dalam sebuah kalimat.

            Ciri-ciri paragraf induktif
1.      Peristiwa-peristiwa khusus disebutkan terlebih dahulu.
2.      Menarik kesimpulan dari peristiwa-peristiwa khusus.
3.      Kesimpulan berada di akhir paragraf.
4.      Gagasan utama terdapat pada kaliamat utama.

Sumber :
1)      Detik-detik ujian nasional bahasa Indonesia SMA  tahun pelajaran 2010/2011.
2)      http://makalahpendidikan.blogdetik.com

Jumat, 05 Juli 2013

PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI



BAB.14 PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI

A.      PENGERTIAN SENGKETA

Sengketa adalah perilaku pertentangan antara kedua orang atua lembaga atau lebih yang menimbulkan suatu akibat hukum dan karenanya dapat diberikan sanksi hukum bagi salah satu diantara keduanya.

B.      CARA-CARA PENYELESAIAN SENGKETA
Penyelesaian sengketa secara damai bertujuan untuk mencegah dan mengindarkan kekerasan atau peperangan dalam suatu persengketaan antar negara.

Penyelesaian perkara perdata. Yakni melalui peradilan:
1.       Memberi kesempatan yang tidak adil (unfair), karena lebih memberi kesempatan kepada lembaga-lembaga besar atau orang kaya.
2.       Sebaliknya secara tidak wajar menghalangi rakyat biasa (ordinary citizens) untuk perkara di pengadilan

C.      NEGOSIASI

Negosiasi adalah cara penyelesaian sengketa dengan perjanjian antara kedua belah pihak dimana pihak yang satu mempunyai perjanjian untuk kompromi melakukan suatu kepentingannya dengan cara yang baik dan untuk tujuan yang baik untuk kedua belah pihak.

D.      MEDIASI

Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri utama proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau consensus.

E.       ARBITRASE

"Arbitrase" (bahasa Inggris:arbitrage), yang dalam dunia ekonomi dan keuangan adalah praktik untuk memperoleh keuntungan dari perbedaan harga yang terjadi di antara dua pasar keuangan. Arbitrase ini merupakan suatu kombinasi penyesuaian transaksi atas dua pasar keuangan di mana keuntungan yang diperoleh adalah berasal dari selisih antara harga pasar yang satu dengan yang lainnya.

F.       PEBANDINGAN ANTARA PERUNDINGAN, ARBITTRASE DAN LEGITASI

Arbitrase adalah Suatu  perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
Litigasi adalah sistem penyelesaian sengketa melalui lembaga peradilan. Sengketa yang terjadi dan diperiksa melalui jalur litigasi akan diperiksa dan diputus oleh hakim. Melalui sistem ini tidak mungkin akan dicapai sebuah win-win solution (solusi yang memperhatikan kedua belah pihak) karena hakim harus menjatuhkan putusan dimana salah satu pihak akan menjadi pihak yang menang dan pihak lain menjadi pihak yang kalah.